Pemerintah Kota Yogyakarta bersama dengan Pusat Desain Industri Nasional (PDIN) mengambil langkah maju untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dan digital melalui penyelenggaraan perdana Jogja Creative Start-Up Festival (JCSF) 2025. Inisiatif ini menandai upaya signifikan dari Kota Pelajar untuk memposisikan diri sebagai pusat pertumbuhan startup di tingkat nasional. Festival ini diadakan di PDIN Yogyakarta, dengan rangkaian acara yang berlangsung mulai dari pertengahan Oktober hingga pertengahan November 2025. Puncak kegiatan utamanya, yaitu babak final kompetisi Brave Pitch, Scale-Up Session, dan Founder’s Story, akan diselenggarakan pada tanggal 11 dan 12 November 2025.
Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Dinperkop UKM) Kota Yogyakarta, Tri Karyadi Riyanto Raharjo, menjelaskan bahwa tujuan utama JCSF 2025 adalah menjadi wadah strategis yang mempertemukan para pelaku bisnis rintisan dengan pemangku kepentingan kunci. Mereka yang terlibat mencakup investor, komunitas, akademisi, dan pembuat kebijakan, dengan harapan terciptanya sinergi kuat yang dapat mempercepat pertumbuhan inovasi lokal. Kolaborasi ini turut melibatkan Asosiasi Pengusaha Kreatif Jaya (APKJ) dan Jogja Festival.
Sebagai jantung dari seluruh rangkaian acara, kompetisi Brave Pitch menjadi ajang bagi startup lokal untuk mempresentasikan ide dan model bisnis mereka di hadapan investor potensial. Kategori yang dipertandingkan sangat beragam, meliputi inovasi di bidang industri, makanan dan minuman, industri kreatif, budaya, pariwisata, hingga teknologi digital. Project Manager JCSF 2025, Satya Panggayuh, menyebutkan bahwa ratusan peserta akan mengikuti tahapan seleksi dan pembinaan intensif untuk menghasilkan karya terbaik. Kehadiran festival ini diharapkan dapat menunjukkan kepada masyarakat dan investor bahwa startup asal Yogyakarta memiliki potensi dan kelayakan untuk mendapat perhatian serta dukungan investasi, sehingga mampu memberikan dampak positif yang meluas.
