Willson Cuaca East Ventures Sebut Ekspansi AI Amerika Jadi Biang Keladi Perlambatan Pendanaan Startup RI

Tren perlambatan pendanaan startup yang terjadi di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, diakui oleh Co Founder dan Managing Partner East Ventures, Willson Cuaca. Menurut Willson, biang keladi utama dari kondisi ini adalah pergerakan modal global, atau risk capital, yang kini cenderung terserap lebih banyak ke Amerika Serikat (AS). Ia menjelaskan bahwa pasar publik AS yang menunjukkan performa sangat baik membuat pemodal global lebih memilih menanamkan investasi di negara sendiri, terutama di sektor kecerdasan buatan atau AI, yang sedang mengalami AI revolution besar besaran.

Fenomena ini membuat investor AS enggan repot berinvestasi jauh ke Asia karena mereka bisa mendapatkan imbal hasil tinggi tanpa harus menanggung risiko geografis. Data dari Tracxn menunjukkan total pendanaan startup Indonesia sepanjang 2024 hanya mencapai $693 juta, angka terendah dalam beberapa tahun terakhir. Di tengah situasi ini, Willson menekankan bahwa startup Asia harus mampu menciptakan nilai yang benar-benar berdampak bagi investor, baik dari sisi keuntungan maupun dampak sosial. Ia menolak stigma “bakar uang,” dan menganggap pengeluaran besar di tahap awal sebagai investasi jangka panjang yang mengikuti pola J-Curve, yakni investasi besar di awal sebelum akhirnya memetik hasil.

Kepada para calon founder, Willson berpesan agar tidak menunda langkah untuk memulai bisnis meski pendanaan melambat. Kunci investasi bagi East Ventures, yang kini mengincar sektor AI, healthcare, dan consumer, adalah kejujuran dan semangat mendalam (passion) dari pendiri terhadap produk mereka, serta pemahaman yang mendalam terhadap industri yang digeluti. Ia menegaskan, kegagalan harus dianggap sebagai sukses yang tertunda, bukan sesuatu yang memalukan.

Sumber: https://teknologi.bisnis.com/read/20251022/266/1922580/bos-east-ventures-ungkap-biang-kerok-pendanaan-ke-startup-ri-masih-lambat

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *