Pasar modal di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dikukuhkan sebagai instrumen investasi yang sangat menarik, sebuah sentimen yang diperkuat oleh capaian Bursa Efek Indonesia (BEI) Yogyakarta yang berhasil melampaui target penambahan investor baru untuk tahun 2025. Menurut Kepala BEI Yogyakarta, Irfan Noor Riza, tingginya minat masyarakat untuk berinvestasi didorong oleh beberapa faktor fundamental, termasuk potensi imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan instrumen konvensional, stabilitas makroekonomi yang solid dengan inflasi yang terkendali, serta kemudahan akses yang ditawarkan oleh transformasi digital.
Data hingga September 2025 menunjukkan bahwa BEI Yogyakarta telah mencatat 52.219 investor baru, melampaui target awal tahunan sebesar 50.000 investor. Keberhasilan ini tidak terlepas dari peran masif 63 Galeri Investasi (GI) di DIY yang berfungsi sebagai pintu utama literasi keuangan, khususnya di kalangan generasi muda yang kini melihat investasi saham sebagai bagian dari gaya hidup finansial. Bagaimana masyarakat dapat berinvestasi semakin dipermudah, terutama karena investasi dapat dimulai dengan modal kecil hanya melalui aplikasi di smartphone, menghilangkan hambatan geografis dan modal awal. Selain itu, faktor transparansi informasi mengenai kinerja emiten turut meyakinkan investor dalam mengambil keputusan.
Secara nasional, kenaikan minat ini juga signifikan; hingga Oktober 2025, pasar modal Indonesia mencatat 19,15 juta Single Investor Identification (SID). Direktur Utama BEI, Iman Rachman, menegaskan komitmen untuk terus memperluas inklusi dan literasi agar semakin banyak masyarakat berpartisipasi aktif dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Kenaikan signifikan di DIY, yang dipicu oleh investor muda, menunjukkan bahwa strategi edukasi berkelanjutan dan dukungan fundamental pasar yang kuat berhasil menjadikan pasar modal pilihan utama dalam membangun kekayaan pasif.
Sumber: https://ekbis.harianjogja.com/read/2025/11/15/502/1235625/ini-alasan-pasar-modal-tetap-diminati-masyarakat-diy
