Eduardo Luiz Saverin, sosok di balik investasi awal Facebook, kini menjelma menjadi salah satu investor teknologi paling berpengaruh di dunia dan orang terkaya di Singapura. Perjalanan miliarder kelahiran São Paulo ini dimulai pada akhir 2003, saat ia masih menempuh studi Ekonomi di Harvard University. Kala itu, Saverin menunjukkan naluri bisnis yang tajam dengan menyuntikkan modal awal sebesar US$15.000 dari tabungan pribadinya kepada Mark Zuckerberg untuk meluncurkan TheFacebook.com pada Februari 2004.
Peran Saverin sangat krusial di fase awal perusahaan sebagai Co-founder dan CFO pertama yang bertanggung jawab atas monetisasi dan strategi pertumbuhan di kampus. Meskipun hubungannya dengan Zuckerberg memburuk hingga terjadi perselisihan dan dilusi saham yang mengarah ke penyelesaian tertutup, Saverin tetap mempertahankan status co-founder resminya dan meraup untung besar dari kepemilikan saham di Meta Platforms hingga kini. Sejak 2009, Saverin memindahkan pusat gravitasinya ke Asia, menetap dan kemudian mengambil kewarganegaraan Singapura pada 2011. Keputusan strategis ini membawanya pada babak baru karier sebagai investor global.
Puncaknya pada 2015, di mana ia Co-found B Capital Group, sebuah firma modal ventura yang berfokus pada startup teknologi berskala global, berkolaborasi dengan Boston Consulting Group. B Capital kini berhasil mengelola aset lebih dari US$8 miliar, membuktikan kepiawaian Saverin di luar Facebook. Berkat lonjakan harga saham Meta dan kesuksesan B Capital, kekayaan bersih Saverin per Desember 2025 tercatat mencapai sekitar US$35,9 miliar, menjadikannya figur finansial terkemuka di Asia.
Sumber: https://www.inilah.com/eduardo-luiz-saverin
