Gravis Robotics, startup yang berbasis di Zurich, baru-baru ini berhasil mengumpulkan pendanaan sebesar $23 juta, sebuah langkah signifikan untuk mempercepat adopsi teknologi otonomi berbasis kecerdasan buatan atau AI dalam industri konstruksi global. Pendanaan ini dipimpin oleh IQ Capital dan Zacua Ventures, dengan dukungan kuat dari investor lain termasuk Holcim, bertujuan untuk membiayai ekspansi operasi perusahaan ke pasar-pasar utama seperti Inggris, Amerika Serikat, dan Uni Eropa.
CEO dan salah satu pendiri Gravis, Ryan Luke Johns, menjelaskan bahwa investasi ini krusial untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja terampil yang membayangi sektor konstruksi, di mana permintaan infrastruktur terbarukan, pusat data, dan perumahan terus melonjak, sementara operator mesin ahli memasuki masa pensiun tanpa pengganti yang memadai. Gravis didirikan pada tahun 2022 untuk mentransformasi peralatan konstruksi berat yang ada, seperti ekskavator dan loader, menjadi robot otonom atau yang dikendalikan jarak jauh melalui tablet Slate. Pendekatan ini memungkinkan manusia untuk mengurangi tugas berisiko di lapangan, sekaligus membuat pekerjaan lebih menarik bagi generasi muda yang terbiasa dengan teknologi digital, sebagaimana dicontohkan melalui uji coba ekskavasi otonom yang sukses dengan Taylor Woodrow di Bandara Manchester.
Perusahaan, yang telah beroperasi di tujuh negara di empat benua, berencana menggunakan modal baru ini untuk memperluas jangkauan mesin dan kemitraan, meskipun mereka bersadari bahwa mereka bersaing dengan raksasa seperti Caterpillar dan startup seperti Built Robotics. Archie Muirhead dari IQ Capital menekankan bahwa pendekatan Gravis yang realistis dalam menggabungkan sistem AI dengan kru nyata telah menciptakan data berharga, memposisikan mereka dengan baik di pasar peralatan konstruksi otonom yang diperkirakan akan tumbuh lebih dari 7,5% per tahun hingga 2032, menawarkan solusi efisiensi dan keamanan yang dibutuhkan oleh industri.
Sumber: https://bisnisupdate.com/bisnis/eksklusif-gravis-robotics-kumpulkan-dana-23-juta-untuk-hadirkan-otonomi-ai-di-situs-konstruksi/323849/
