Proyeksi industri blockchain global yang diperkirakan mencapai USD 1,43 triliun pada tahun 2030 telah menempatkan teknologi ini sebagai fondasi utama ekonomi digital, bukan hanya untuk transaksi keuangan tetapi juga pembangunan sistem yang transparan dan terpercaya. Di Indonesia, teknologi blockchain dianggap krusial, terutama dalam mendukung inovasi seperti AI, keamanan siber, dan yang paling strategis, membuka peluang ekspor komoditas unggulan melalui penerapan Digital Product Passport (DPP).
Peran ini ditegaskan oleh MDI Ventures, yang melalui Principal Aditya Hadiputra, menyoroti bagaimana blockchain dapat memperkuat daya saing produk nasional di pasar global. Aditya Hadiputra, yang hadir sebagai representasi investor di Bali Blockchain Summit 2025, menjelaskan bahwa VC saat ini lebih tertarik pada model bisnis yang memberikan dampak nyata dan berkelanjutan, seperti potensi tokenisasi Real-World Assets (RWA). Komitmen MDI Ventures ini diwujudkan dengan terus membuka peluang investasi, termasuk melalui jaringan angel investor eMerge by MDI Ventures, sembari tetap menargetkan sektor AI dan Cybersecurity.
Dalam sesi panel bertema “Blockchain for Protection and Sustainability: Building Digital Trust for a Sustainable Future” bersama perwakilan BSSN dan Mandala Blockchain Academy, Aditya menekankan bahwa penggunaan DPP berbasis blockchain sangat penting untuk menjamin keaslian dan keberlanjutan produk Indonesia di mata dunia. Langkah strategis ini menegaskan posisi MDI Ventures sebagai investor yang fokus pada pembangunan ekosistem digital yang aman dan berkelanjutan, sekaligus memastikan Indonesia tidak tertinggal dalam lanskap blockchain global, sesuai dengan pertumbuhan tahunan blockchain global yang mencapai sekitar 90%.
Sumber: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20251107091722-37-683101/mdi-ventures-dorong-inovasi-di-ekosistem-blockchain-nasional
