Mira Murati, Eks CTO OpenAI, Pimpin Startup AI Sendiri: Thinking Machines Lab

Mira Murati, insinyur keturunan Albania-Amerika berusia 36 tahun yang sebelumnya menjabat sebagai Chief Technology Officer (CTO) di OpenAI, telah keluar dari perusahaan tersebut untuk meluncurkan startup AI-nya sendiri bernama Thinking Machines Lab. Startup ini berhasil menarik perhatian besar di Silicon Valley, bahkan menjadi incaran Mark Zuckerberg.

Pencapaian dan Fokus Startup

  • Produk Perdana: Thinking Machines Lab baru saja merilis produk komersil pertamanya minggu ini, bernama Tinker.
  • Tujuan Tinker: Berbeda dengan chatbot AI generatif seperti ChatGPT, Tinker dirancang untuk membantu peneliti dan developer menyempurnakan (fine-tuning) model AI tanpa perlu mengelola infrastruktur komputasi yang besar. Tinker memungkinkan pengguna menyesuaikan model AI populer seperti Llama milik Meta dan Qwen milik Alibaba hanya dengan beberapa baris kode.
  • Pendanaan dan Valuasi: Startup ini berhasil mengumpulkan pendanaan awal sebesar $2 miliar dan mencapai valuasi perusahaan sebesar $12 miliar.

Kisah di Balik Kepemimpinan Murati

  • Latar Belakang di OpenAI: Murati bergabung dengan OpenAI pada 2018 dan dengan cepat menjadi figur penting, mengawasi pengembangan teknologi transformatif seperti ChatGPT, DALL-E, Codex, dan Sora. Ia sempat menjadi CEO sementara selama tiga hari setelah Sam Altman dipecat pada November 2023, menunjukkan posisi pentingnya.
  • Menolak Meta: Kepemimpinan Murati diuji ketika CEO Meta, Mark Zuckerberg, melancarkan upaya “serangan besar-besaran” untuk merekrut karyawan Thinking Machines Lab. Zuckerberg dikabarkan menawarkan paket gaji fantastis, mulai dari $200 juta hingga $1,5 miliar kepada lebih dari selusin karyawan. Namun, seluruh karyawan menolak tawaran tersebut, menunjukkan kesetiaan luar biasa dan keyakinan pada misi Murati untuk mendemokratisasi akses ke kemampuan AI canggih.
  • Visi: Thinking Machines Lab berfokus pada pengembangan sistem AI yang lebih mudah diakses, dapat disesuaikan, dan selaras dengan manusia. Murati percaya bahwa masa depan AI bukanlah membangun model yang semakin besar, tetapi mendemokratisasi akses melalui alat fine-tuning.

Murati sendiri keluar dari OpenAI pada September 2024 dan meluncurkan Thinking Machines Lab pada Februari tahun ini.


Sumber: https://bisnisupdate.com/bisnis/mira-murati-jenius-teknologi-36-tahun-yang-bersinar-di-openai-kini-pimpin-startup-incaran-mark-zuckerberg/282143/

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *