Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimismenya terhadap penguatan perekonomian nasional seiring dengan membaiknya aliran modal asing ke pasar keuangan domestik. Dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi September 2025 di Jakarta, Purbaya menyampaikan bahwa meskipun sempat terjadi gejolak di pasar domestik, kepercayaan investor pulih dengan cepat. Masuknya modal asing ini menunjukkan bahwa proteksi ekonomi Indonesia membaik dan keraguan yang sempat muncul mulai mereda.
Data dari pekan ketiga September (periode 15-19 September 2025) menunjukkan adanya aksi beli bersih (net buy) oleh investor asing di pasar saham Indonesia senilai Rp 3,03 triliun. Angka ini menjadi indikasi positif kembalinya kepercayaan investor. Meskipun secara kumulatif sejak awal tahun hingga 19 September 2025 modal asing masih tercatat keluar bersih di pasar saham dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) masing-masing sebesar Rp 58,70 triliun dan Rp 119,62 triliun, pasar Surat Berharga Negara (SBN) mencatat modal asing masuk bersih sebesar Rp 42,61 triliun.
Indikasi penguatan kepercayaan investor juga terlihat dari perbaikan selisih imbal hasil (spread yield) antara SBN rupiah tenor 10 tahun dengan US Treasury 10 tahun. Selisih ini turun dari 240 basis poin (bps) pada Januari 2025 menjadi 216 bps pada September 2025. Penurunan risiko negara (country risk) juga tercermin dari turunnya spread yield SBN berdenominasi dolar AS dan US Treasury dari 88 bps di Januari menjadi 79 bps di September. Purbaya yakin bahwa tren positif ini akan terus berlanjut seiring dengan membaiknya fundamental ekonomi.
