
Di balik setiap pendanaan startup yang berhasil diumumkan ke publik, terdapat proses panjang yang jarang terlihat, yaitu due diligence. Proses ini merupakan tahap pemeriksaan menyeluruh yang dilakukan investor untuk memastikan bahwa perusahaan yang akan didanai benar-benar memiliki fundamental bisnis yang sehat, tata kelola yang baik, serta potensi pertumbuhan yang realistis. Bagi investor modal ventura maupun angel investor, due diligence menjadi salah satu faktor penentu sebelum memutuskan untuk menggelontorkan investasi.
Menurut International Finance Corporation (IFC), due diligence adalah proses pengumpulan dan verifikasi informasi untuk mengidentifikasi risiko, peluang, serta memastikan bahwa keputusan investasi didasarkan pada data yang akurat. Sementara itu, Harvard Business Review menekankan bahwa proses ini tidak hanya berfokus pada angka keuangan, tetapi juga mencakup kualitas tim, strategi bisnis, hingga kemampuan perusahaan dalam menghadapi persaingan pasar.
Dalam praktiknya, investor akan memulai dengan meninjau model bisnis startup. Mereka ingin memahami bagaimana perusahaan menghasilkan pendapatan, siapa target pelanggannya, serta apakah produk atau layanan yang ditawarkan benar-benar mampu menyelesaikan permasalahan di pasar. Model bisnis yang jelas menjadi indikator bahwa perusahaan memiliki arah pertumbuhan yang terukur.
Aspek berikutnya adalah pemeriksaan laporan keuangan. Investor akan mengevaluasi arus kas, pendapatan, pengeluaran, tingkat pembakaran modal (burn rate), hingga proyeksi keuangan beberapa tahun ke depan. Transparansi dalam penyajian laporan keuangan menjadi faktor penting karena dapat menunjukkan kesehatan perusahaan sekaligus mengurangi risiko terjadinya manipulasi data.
Selain keuangan, investor juga akan menilai ukuran pasar (market size) dan peluang pertumbuhannya. Startup dengan pasar yang luas dan masih berkembang umumnya memiliki daya tarik lebih tinggi dibandingkan bisnis yang beroperasi di pasar yang terbatas. Analisis ini biasanya mencakup Total Addressable Market (TAM), Serviceable Available Market (SAM), dan Serviceable Obtainable Market (SOM).
Kualitas pendiri dan tim manajemen juga menjadi perhatian utama. Banyak investor beranggapan bahwa ide bisnis dapat berubah, tetapi tim yang solid mampu beradaptasi terhadap berbagai tantangan. Oleh karena itu, pengalaman, rekam jejak, kemampuan eksekusi, serta komitmen para pendiri menjadi bagian penting dalam proses due diligence.
Investor juga akan memeriksa aspek hukum perusahaan, seperti legalitas badan usaha, kepemilikan saham, hak kekayaan intelektual, perjanjian dengan mitra, hingga kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Pemeriksaan ini bertujuan untuk menghindari potensi sengketa hukum yang dapat memengaruhi keberlangsungan bisnis di masa depan.
Tak kalah penting adalah validasi terhadap pelanggan dan pasar. Investor biasanya akan melihat tingkat pertumbuhan pengguna, retensi pelanggan, nilai transaksi, hingga melakukan wawancara dengan pelanggan atau mitra bisnis untuk memastikan bahwa produk startup benar-benar memiliki nilai dan dibutuhkan pasar.
Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai kasus yang menimpa startup global maupun Indonesia menunjukkan bahwa proses due diligence tidak boleh dilakukan secara terburu-buru. Transparansi, tata kelola perusahaan, dan kualitas pelaporan keuangan menjadi faktor yang semakin diperhatikan oleh investor agar risiko investasi dapat diminimalkan.
Bagi pelaku usaha yang sedang mencari pendanaan startup, mempersiapkan seluruh aspek due diligence sejak dini dapat meningkatkan kepercayaan investor dan memperbesar peluang memperoleh investasi. Di sisi lain, investor juga membutuhkan akses yang lebih mudah untuk menemukan startup potensial yang telah memiliki profil bisnis yang jelas. Melalui FundHub.id, sebuah aggregator pendanaan bisnis, startup dapat memperkenalkan usahanya kepada ekosistem pendanaan, sementara investor memperoleh akses untuk menjelajahi berbagai peluang pendanaan startup dalam satu platform. Kehadiran platform seperti FundHub.id diharapkan dapat membantu mempertemukan startup dan investor secara lebih efisien serta mendukung pertumbuhan ekosistem investasi di Indonesia.
Sumber:
International Finance Corporation (IFC), Harvard Business Review, National Venture Capital Association (NVCA), Y Combinator Library.
